Desa Nglambangan
Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun
Lebih dari Sekadar Desa, Inilah Nglambangan: Gerbang Menuju Masa Lalu Madiun
.webp)
Desa Nglambangan yang terletak di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, bukan sekadar pemukiman biasa. Desa ini merupakan salah satu desa wisata sejarah dan budaya yang sangat penting di Jawa Timur karena menyimpan jejak peninggalan dari era Kerajaan Majapahit.
Berikut adalah ulasan mengenai sejarah dan kekayaan budaya Desa Nglambangan.
Asal-Usul dan Jejak Majapahit
Nama "Nglambangan" diyakini berasal dari kata "Lambang", yang merujuk pada simbol atau tanda. Berdasarkan penuturan turun-temurun dan bukti arkeologis di lapangan, wilayah ini dahulunya merupakan bagian dari jaringan kekuasaan Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Wikramawardhana (sekitar abad ke-14 hingga ke-15).
Peninggalan yang paling mencolok di desa ini adalah keberadaan situs purbakala yang dikenal sebagai Situs Nglambangan. Situs ini dipercaya sebagai petilasan atau tempat persinggahan penting bagi para bangsawan dan pemuka agama di masa lampau.
Artefak dan Bangunan Bersejarah
Di dalam kompleks peninggalan tersebut, terdapat beberapa objek yang membuktikan kejayaan masa lalu:
-
Pura Lambangsari: Sebuah bangunan suci yang hingga kini masih digunakan untuk ritual tertentu.
-
Watu Dakon: Batu berlubang yang konon digunakan untuk menghitung hari atau ramalan bintang (astronomi tradisional).
-
Sumur Windu: Sumur tua yang airnya dianggap suci dan tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang.
-
Lumbung Selayur: Bangunan yang fungsinya di masa lalu adalah untuk menyimpan hasil bumi (padi).
Akulturasi Budaya dan Tradisi Bersih Desa
Sejarah Nglambangan tidak berhenti di masa Hindu-Buddha. Seiring masuknya Islam ke tanah Jawa, desa ini menjadi simbol harmonisasi budaya. Hal ini terlihat jelas dalam tradisi tahunan yang sangat terkenal, yaitu Bersih Desa Nglambangan.
Ritual ini biasanya diadakan pada bulan Suro (Muharram). Masyarakat berkumpul di pelataran situs untuk melakukan doa bersama dan kirab budaya. Tradisi ini bukan hanya bentuk syukur atas hasil panen, tetapi juga cara warga menghormati leluhur dan menjaga kelestarian situs sejarah mereka.
Peran dalam Perlawanan Terhadap Penjajah
Secara geografis, wilayah Wungu termasuk Nglambangan berada di kaki Gunung Wilis. Pada masa kolonial Belanda, wilayah sekitar Madiun menjadi basis pertahanan yang strategis. Beberapa cerita rakyat menyebutkan bahwa area Nglambangan sering digunakan sebagai tempat persembunyian para pejuang lokal karena dianggap memiliki "kekuatan spiritual" yang melindungi mereka dari pandangan musuh.
Nglambangan Sebagai Desa Wisata Budaya
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menetapkan Nglambangan sebagai Cagar Budaya. Pengembangan desa ini difokuskan pada edukasi sejarah bagi generasi muda. Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi pemandangan pedesaan yang asri, tetapi juga bisa belajar tentang:
-
Arsitektur bangunan kuno.
-
Tata kelola air zaman dahulu (melalui sistem sumur kuno).
-
Nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang masih kental.
Sejarah Desa Nglambangan adalah cermin dari panjangnya perjalanan peradaban di Madiun, mulai dari era kerajaan, masa penyebaran agama, hingga perjuangan kemerdekaan.


